Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hiperpigmentasi

Cegah Hiperpigmentasi Akibat Sinar Matahari dan Lindungi Kulitmu dengan Tepat!

Hiperpigmentasi adalah masalah kulit yang sering dialami oleh perempuan, terutama yang memiliki jenis kulit kering dan sering terpapar sinar matahari. Kondisi ini dapat membuat warna kulit menjadi tidak merata dan tampak kusam. Namun, dengan perawatan dan pencegahan yang tepat, kamu bisa melindungi kulit dari hiperpigmentasi dan menjaga kecerahan alaminya.

 

Apa Itu Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi kulit adalah kondisi di mana terjadi peningkatan produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit. Hal ini menyebabkan area kulit tertentu menjadi lebih gelap dibandingkan area lainnya. Hiperpigmentasi sering muncul dalam bentuk bintik-bintik gelap atau bercak yang tidak merata, dan bisa terjadi pada semua jenis kulit.

 

Kenapa Kulit Bisa Hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi kulit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Mengutip dari Cleveland Clinic, sinar UV merangsang produksi melanin berlebih sebagai respons alami tubuh untuk melindungi kulit dari kerusakan. Selain itu, faktor lain seperti perubahan hormon, peradangan akibat jerawat, dan penggunaan obat tertentu juga dapat memicu hiperpigmentasi. Pada perempuan, perubahan hormonal selama kehamilan atau penggunaan pil kontrasepsi sering kali memperparah kondisi ini.

 

Jenis-jenis Hiperpigmentasi Kulit

Hiperpigmentasi memiliki beberapa jenis yang dapat terjadi pada kulit. Berikut adalah beberapa jenis hiperpigmentasi yang umum:

1. Melasma

Melasma adalah salah satu bentuk hiperpigmentasi yang paling umum, terutama di kalangan perempuan. Ini sering muncul sebagai bercak-bercak cokelat atau abu-abu pada wajah, khususnya di area pipi, dahi, dan di atas bibir. Melasma sering kali dipicu oleh perubahan hormon, seperti yang terjadi selama kehamilan atau akibat penggunaan pil kontrasepsi. Paparan sinar matahari juga dapat memperburuk kondisi ini.

2. Hiperpigmentasi Post-Inflamasi

Jenis ini terjadi setelah kulit mengalami peradangan atau cedera, seperti jerawat, eksim, atau luka bakar. Setelah kulit sembuh, area tersebut bisa menjadi lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Hiperpigmentasi post-inflamasi dapat terjadi pada semua jenis kulit tetapi lebih umum pada individu dengan warna kulit yang lebih gelap.

3. Lentigo Solar 

Dikenal juga sebagai bintik-bintik usia atau bintik matahari, lentigo solar terjadi akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Bintik-bintik ini biasanya muncul di area yang sering terpapar sinar matahari seperti tangan, wajah, dan lengan. Lentigo solar lebih umum terjadi pada orang yang lebih tua, tetapi dapat juga muncul pada usia yang lebih muda jika sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan.

 

Bagaimana Cara Mencegah Hiperpigmentasi Kulit?

Untuk mencegah hiperpigmentasi, ada beberapa langkah penting yang dapat kamu lakukan:

1. Lindungi Kulit dengan Sunscreen

Menggunakan sunscreen setiap hari adalah langkah utama untuk melindungi kulit dari hiperpigmentasi. Sunscreen membantu menghalangi sinar UV yang dapat merusak kulit dan memicu produksi melanin berlebih. Salah satu produk yang bisa kamu coba adalah NIVEA Sun Body Serum Daily Glow Essence Serum. Produk ini tidak hanya memberikan proteksi maksimal dari sinar matahari, tetapi juga membantu mencerahkan dan menghaluskan kulit dengan kandungan 50x* Vitamin C&E buat mencerahkan kulit kusam. Teksturnya yang ringan dan tidak lengket membuatnya nyaman digunakan sehari-hari.

*In comparison to lemon extract  

2. Gunakan Pakaian yang Menutupi Kulit dari Sinar Matahari

Selain sunscreen, mengenakan pakaian yang dapat menutupi kulit dari paparan langsung sinar matahari juga sangat penting. Pilih pakaian dengan bahan yang tebal dan berwarna gelap, karena dapat menyerap lebih banyak sinar UV dibandingkan bahan tipis dan berwarna terang. Jangan lupa untuk melengkapi dengan topi lebar dan kacamata hitam. Hindari berada di bawah sinar matahari terlalu lama tanpa perlindungan, terutama pada jam-jam ketika sinar matahari paling kuat, yaitu antara pukul 10 pagi hingga 4 sore.