Menjaga dan merawat tubuh sudah menjadi suatu hal yang penting bagi perempuan. Agar senantiasa dapat tampil menarik, idealnya kita harus melakukan perawatan di seluruh bagian tubuh. Namun seringkali bagian tubuh yang dirawat secara teratur hanyalah yang sering terlihat, seperti wajah, kulit tangan, dan kaki. Area-area yang tersembunyi tak jarang luput untuk diperhatikan, salah satunya adalah area underarm atau ketiak. Padahal bagian tersebut membutuhkan perawatan khusus juga lho, terlebih jika kita sering mencukur.
Pernah kah kalian merasa kulit area ketiak terasa kasar, gatal, atau bahkan iritasi setelah proses mencukur? Meskipun tidak terlihat oleh orang lain, tentunya rasa nggak nyaman tersebut dapat mengganggu kita. Hal ini disebabkan karena kulit ketiak cenderung lebih tipis dibanding area lainnya, dimana ketika lapisan kulit di area tersebut ikut terangkat pada saat mencukur, kulit kita menjadi lebih sensitif dan bereaksi terhadap perawatan yang dilakukan. Selain itu gesekan antara kulit di area tersebut juga dapat membuat warna kulit menjadi menghitam.
LALU, BAGAIMANA CARA MENGATASINYA? ADA BEBERAPA CARA YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH HAL ITU TERJADI, ANTARA LAIN :
- Basuhlah area ketiak dengan handuk basah hangat setidaknya selama 5 menit sebelum bercukur. Membasahi tubuh dengan air hangat akan membuat pori-pori terbuka dan mempermudah proses mencukur sehingga mengurangi potensi iritasi.
- Jaga kebersihkan pisau cukur yang digunakan. Menggunakan pisau cukur yang tumpul akan menyebabkan iritasi pada kulit. Oleh karena itu, wajib untuk selalu pastikan kehigienisan dari alat cukur yang digunakan, atau jika perlu ganti secara berkala.
- Gunakan bahan alami seperti Aloe Vera dan Tea Tree Oil setelah proses mencukur. Membubuhkan Aloe Vera akan membantu menenangkan kulit yang teriritasi dan mengurangi ruam akibat proses mencukur. Selain itu, kita juga dapat menggunakan Tea Tree Oil untuk menyingkirkan bakteri dan jamur yang ada pada area ketiak dan menyebabkan rasa gatal di area tersebut.